ASYIKNYA NONTON DRAGON BOAT RACE : OLAH RAGA BERNUANSA BUDAYA
Teriknya panas matahari pagi menjelang siang tidak membuat patah semangat para peserta lomba DRAGON BOAT RACE KOTA TANJUNGPINANG 2008, acara yang digelar rutin setiap tahunnya oleh Pemko Tanjungpinang memang selalu rame pengunjung, dan kali ini kembali di buka resmi oleh MENPORA Adhyaksa Dault (Tahun kemaren beliau juga soalnya), dan didampingi oleh Gubernur Kepri dan Walikota Tanjungpinang serta para pejabat lainnya. Kebetulan pagi itu lagi nggak ada banyak tugas di kantor jadi sekalian aja jalan-jalan ke tempat acara dan seperti biasa sekalian jepret sana jepret sini (memang hoby baruku yg satu ini ternyata sungguh mengasyikan hehehe). Yang menarik even tahun ini ada peserta dari para bule - bule, kalo gak salah mereka dari Czech Republic sana deh, kebetulan mereka lg berlibur juga di LAGOI - BINTAN. Sempat juga seh aku foto sama mereke....Ok Deh semoga sukses semua...jaga sportifitas ya brooo...:P
Sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan sektor industri pariwisata di Kepulauan Riau, maka lomba Perahu Naga yang awalnya bersifat lokal itu, dipilih untuk dijadikan salah satu daya tarik wisata di Pulau Bintan, dengan nama Bentan Dragon Boat Race sebagai iven wisata tahunan, selama 10 tahun (1992 – 2001) yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau.
Iven ini tidak sekadar iven Kabupaten Kepulauan Riau, tetapi Propinsi Riau pada saat itu. Lalu seiring terbentuknya Kota Tanjungpinang sebagai daerah otonom tahun 2001, maka tahun berikutnya pengelolaan iven wisata ini diambil alih Pemko Tanjungpinang, meskipun selama ini selalu dilaksanakan di pinggir pantai berhadapan dengan Gedung Daerah Tanjungpinang.
Tanjungpinang Dragon Boat Race, yang sudah dilaksanakan sejak 2002 hingga sekarang ini sudah memasuki tahun ketujuh. Dragon Boat Race, yang berlangsung di Tanjungpinang sebagai iven wisata dan olahraga, adalah yang tertua di Indonesia. Dragon Boat Race yang bertaraf internasional ini menjadi iven wisata Kota Tanjungpinang, sekaligus sebagai salah satu iven wisata tahunan Propinsi Kepulauan Riau.
Pelaksanaan Tanjungpinang Dragon Boat Race selama 5 tahun terakhir ini dirasakan meriah, tidak hanya dilihat dari jumlah penonton tetapi juga karena variasi kegiatan yang menyertai iven ini. Selain lomba Perahu Naga itu sendiri, iven yang mendapat dukungan luas dari masyarakat Tanjungpinang ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan bersifat tradisonal, yaitu lomba Renang Tanjungpinang–Pulau Penyengat (PP), lomba Menyelam, lomba Kayuh Sampan, lomba Sampan Layar, lomba Jong dan lomba Kayak/Kano. Perlu diinformasikan, bahwa Lomba Kayuh Sampan, Sampan Layar, dan Jong, baru dilaksanakan bersamaan dengan Tanjungpinang Dragon Boat Race dari 2002 sampai sekarang. Kemudian, untuk lebih menyemarakkan perlombaan, maka penyelenggaraan Tanjungpinang Dragon Boat Race ini dimeriahkan pula dengan bazaar makanan khas tradisional Melayu dan beragam hasil kerajinan tangan (cenderamata).
Bila dilihat dari asal peserta lomba, maka Tanjungpinang Dragon Boat Race termasuk iven berskala internasional, karena diikuti tim-tim dari luar negeri, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam dan juga Czech Republic. Untuk tahun 2008 ini, Tanjungpinang Dragon Boat Race merupakan iven wisata ke-7 bagi Kota Tanjungpinang dan tahun ke-4 bagi Propinsi Kepulauan Riau.
Pada iven Tanjungpinang Dragon Boat Race, selain lomba Perahu Naga, terdapat juga materi perlombaan lain yang bersifat tradisional, yaitu lomba Renang Tanjungpinang – Pulau Penyengat (PP), lomba Menyelam, lomba Kayuh Sampan, lomba Sampan Layar, lomba Kayak/Kano dan lomba Jong.
Kota Tanjungpinang termasuk salah satu kota tertua di Indonesia. Bila dihitung sejak dilantiknya Tengku Sulaiman menjadi Sultan Riau-Johor-Pahang (Kerajaan Riau) yang berpusat di Hulu Riau-Sungai Carang, 4 Oktober 1722, maka usia Kota Tanjungpinang sudah berumur 286 tahun. Tetapi bila dihitung mengambil nama besar Perang Riau, yakni Perang Kerajaan Riau dibawah Yang Dipertuan Muda, Raja Haji melawan Kolonel Belanda pada 6 Januari 1784, maka usia Kota Tanjungpinang sudah 224 tahun.
Di Kota Tanjungpinang dalam rentang masa ratusan tahun itu sudah tumbuh dan berkembang berbagai tradisi, adat-istiadat, seni-budaya, dan lain sebagainya dalam masyarakat Melayu dan etnik lainnya, sebagai masyarakat Kota Tanjungpinang. Diantara tradisi yang terus dilestarikan adalah lomba Perahu Naga sempena Sembahyang Keselamatan Laut oleh masyarakat Marga Tionghoa.
”Tradisi lomba Perahu Naga yang digelar oleh masyarakat Marga Tionghoa sejak tahun 1950-an, akhirnya dalam tahun 1992 diangkat menjadi iven wisata dan olahraga air prestasi. Maka, jadilah iven ini sebagai yang pertama dan tertua di Indonesia.
Bila dilihat dari asal peserta lomba, maka Tanjungpinang Dragon Boat Race termasuk iven berskala nasional dan bertaraf internasional, karena diikuti tim-tim dari dalam negeri Padang-Sumatera Barat, Jambi, Medan-Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, DKI-Jakarta, Riau dan Kepulauan Riau sendiri dan luar negeri, yakni Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam, Czech Republic. Tim Dayung Perahu Naga yang mengikutinya berkisar 25-30-35 tim, Tanjungpinang Dragon Boat Race merupakan iven wisata ke-7 bagi Kota Tanjungpinang dan iven ke-4 bagi Propinsi Kepulauan Riau.
Untuk melihat foto-foto lainnya dalam kegiatan tersebut klik di sini GAMBAR SELENGKAPNYA
Please translate in english, please...
ReplyDeletePlease click on Google translet on top :)
ReplyDelete