Tgl 10 November 20008 merupakan hari peringatan untuk para Pahlawan, dengan mengingat peristiwa 10 November 1945 atau dikenal sebagai “Battle of Surabaya” merupakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia melawan Sekutu yakni Inggris dan Belanda.
Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangka peringatan hari bersejarah tersebut, tak lupa juga mengiringi kegiatan peringatan hari pahlawan semalam gue pergi juga ke makam pahlawan guna mengikuti acara renungan suci di makam pahlawan Tanjungpinang. Dan pada pagi harinya dilaksanakan Upacara Bendera peringatan hari Pahlawan dan sebagai Inspektur Upacara adalah Gubernur Kepulauan Riau Bapak Drs. Ismeth Abdullah. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan juga kegiatan penyerahan bantuan kepada para pejuang veteran yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau Khususnya Tanjungpinang, hal ini sebaai wujud ungkapan terima kasih kepada jasa para pejuang veteran yang telah andil dalam membela perjuangan bangsa ini. Terima kasih perjuang. Ada yang menarik dalam kegiatan tersebut, pada saat pelaksanaan upacara sedang berlangsung tiba - tiba hujan turun dengan lebatnya. Namun hal ini tidak mengurangi semangat para peserta upacara yang tentu saja sudah basah kuyup disiram air hujan. Inilah sebagai wujud bukti kecintaan kami kepadamu wahai Pahlawanku, semoga jasa perjuanganmu di terima oleh Allah SWT dan selalu di catat sebagai amal ibadah. Amin amin ya rabbal a'lamiin.


Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.
Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.Namun di luar dugaan, ternyata perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.
Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan. (wiki)Dibawah ini ada beberapa foto peristiwa 10 November :
- Peristiwa 10 November - Pertempuran Surabaya / Battle of Surabaya Bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia
- Indonesia melawan Britania Raya - Belanda Tanggal 27 Oktober - 20 November, 1945, Lokasi Surabaya, Indonesia Indonesia, Komandan : Bung Tomo, Kekuatan : 20,000 tentara, Jumlah korban : 16,000
- SekutuKomandan : Brigjen A. W. S. Mallaby - Mayjen E. C. Mansergh Kekuatan : 100,000 pasukan, didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang , Jumlah korban : 2,000
Sumber dan Versi lengkap


http://swaramuslim.net/galery/searah/index.php?page=peristiwa_10Nopember
Artikel yang sarat pendidikan dan pengetahuan sejarah.. Thanks buat artikelnya Bang Mazpram
ReplyDeleteYup. makasih banyak Om...oyah tapi kalo udah bang yah abang aja jangan BANG & MAZ ehehe....
ReplyDeletegan, katanya peristiwa perang 10 nopember 1945 ini merupakan pertempuran terbesar yang dialami inggris ya? bahkan 2 jendralnya sampai tewas??? benar gak tuh? mohon infonya ganz...
ReplyDelete