My photo
MAZPRAM - TANJUNGPINANG - BINTAN ISLAND, KEPULAUAN RIAU, Indonesia

Tuesday, January 5, 2010

SEMARANG KEMBALI KU KENANG

"Semarang adalah kota yang penuh kenangan buatku pribadi". Disana ada : Masjid Agung Jawa Tengah, Kelenteng Sam Poo Kong, Gereja Blenduk, Lawang Sewu, dll.

Akhir penghujung Tahun 2009, menjadi masa yang menyenangkan bagi saya. Kira-kira tanggal 27 – 30 Desember 2009 yang lalu saya melakukan perjalanan ke luar daerah (Semarang-Jateng) yang cukup melelahkan tapi di sisi lain sangat menyenangkan. Melelahkan karena rute perjalanan yang lumayan jauh “meskipun terbang kesana kemari” tapi masa-masa transit yang membuat suasana sedikit membosankan di saat menunggu sampai berjam-jam untuk terbang kembali ke daerah tujuan ”Semarang”. Belum lagi sempat mendarat pesawat sempat mutar-mutar 2 jam di udara karena kondisi cuaca hujan lebat dan kondisi malam hari pula, hampir saja pilot memutuskan untuk kembali lagi ke Jakarta andai saja kondisi tetap tidak memungkinkan untuk mendarat.. hmmm..Capeee Dehh….tapi akhirnya sang pilot memberanikan diri untuk mencoba mendarat..alhamdulillah mulusssss.

Menyenangkan sungguh menyenangkan, sebab bisa sekalian bersilaturahim dengan keluargaku yang kebetulan pada saat itu sedang berada di semarang “sudah 1 minggu menunggu adik tercintaku paling kecil sedang rawat jalan di RS. Karyadi-Semarang). Alhamdulillah semua berjalan lancar, misi menyelesaikan tugas dan pekerjaan lancar, ketemu semua keluarga melepas rindu bersama sungguh menyenangkan, apa lagi bertemu si jabang bayi kecil keponakan saya yang sudah 9 bulan semenjak lahirnya aku baru dapat menggendongnya..mencubiti pipinya yang tembem hehehehe wes pokokmen barang wes ngumpul sama keluarga keselku..pegal dan penatku hilang semua hehehe.

Semarang adalah kota yang penuh kenangan buatku pribadi, 5 tahun yang lalu “2004” terakhir kali aku meninggalkan semarang setelah 4 tahun : 99 - 2003 berada di sana untuk mencicipi bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta disana (UNAKI). Cukup banyak perubahan dari kondisi Semarang saat ini dibanding semasa masih di sana dulu, dan yang belum berubah kayaknya banjirnya yah hehehe pas kebetulan pula saya terjebak banjir pada saat hujan turun lebat “pas musim hujan”.

Dari rangkaian perjalanan saya di Semarang sempat saya singgahi beberapa tempat - tempat menarik yang penuh dengan sejarah sekaligus telah menjadi ikon dari Kota Semarang “Ibu Kota Jawa Tengah”. Informasi ini sekiranya perlu untuk saudara semua, barang kali bingung mengisi waktu liburan baik untuk anak-anak atau keluarga? Coba deh, ajak mereka melakukan kegiatan yang bisa memancing mereka untuk lebih mengenal sejarah dan peradaban manusia. Kota Semarang, Jawa Tengah, bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengajak sanak saudara serta anak-anak berwisata sejarah.

Banyak bangunan-bangunan peninggalan sejarah yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) yang harus dilindungi berdasarkan Surat Keputusan Wali Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Semarang Nomor 646/50 2 tanggal 4 Februari 1992. Jika di lihat dari usianya, rata-rata bangunan-bangunan tersebut berusia lebih dari seratus tahun. Bangunan-bangunan yang sampai saat ini berdiri kokoh tersebut bisa menjadi sarana pengetahuan untuk anak-anak dan generasi muda masa kini.


Di antara sekian banyak lokasi bersejarah, berikut tempat-tempat yang sempat saya singgahi dan bisa di jadikan referensi apabila saudara berkunjung ke Kota Semarang, di antaranya sebagai berikut :


  1. Masjid Agung Jawa Tengah.
  2. Kelenteng Sam Poo Kong.
  3. Gereja Blenduk.
  4. Lawang Sewu.

1. Masjid Agung Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat kota Semarang. Masjid yang dibangun pada tahun 2001 lalu ini berdiri diatas area kurang lebih 10 hektar dan memiliki arsitektur yang megah. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga menjadi obyek wisata pendidikan, religi dan pusat aktivitas syiar Islam. Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah mengadopsi kebudayaan Jawa dan arab. Pada beberapa bagian, masjid ini menyerupai arsitektur masjid Nabawi di Kota Madinah tanpa meninggalkan sentuhan Jawa….asyik banget deh motret-motret di lokasi ini menakjubkan banget bangunannya.

Keunikan yang dimiliki Masjid Agung Jawa Tengah ini bisa dilihat dari enam payung hidrolik raksasa yang ada di halaman masjid. Payung yang dapat melindungi jamaah dari panas dan hujan ini bisa membuka dan menutup secara otomatis. Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan museum perkembangan Islam. Museum ini terletak di dalam Menara Asmaul Husna yang memiliki ketinggian 99 meter, sesuai dengan jumlah nama-nama Allah. Bagian dasar dari menara ini terdapat Studio Radio DaIs (Dakwah Islam). Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Di lantai 19 yaitu untuk menara pandang dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang. Pada awal Ramadhan 1427 H lalu, teropong di masjid ini untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat Rukyatul Hilal yang dilihat oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong canggih dari Boscha.

Sejumlah benda bersejarah disimpan di dalam museum tersebut antara lain pada lantai dua terdapat koleksi-koleksi yang ditampilkan bercerita tentang awal perkembangan Islam di Jawa Tengah sampai terjadinya dialog antara Islam dengan budaya lokal. Sedangkan pada lantai tiga, menampilkan koleksi-koleksi budaya pesantren sampai dengan berdirinya Masjid Agung Jawa Tengah, seperti Al Quran yang disadur selama 70 tahun dengan aksara Jawa pada 1835 oleh salah seorang abdi dalem Keraton Surakarta. Selain itu juga ada gayor Masjid Sunan Muria, artefak kapal dagang, lukisan akulturasi Islam dengan budaya Jawa, serta diorama tentang penyebaran agama Islam di Jawa Tengah. Dari puncak menara, pengunjung bisa melihat masjid dan juga pemandangan kota Semarang.....sungguh menakjubkan bukan.

Masjid yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 ini juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas modern. Disamping bangunan Masjid disini juga dilngkapi fasilitas-fasilitas yang lain seperti : ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah dan auditorium. Dalam uapaya penggalian dana , dalam kompleks juga dibangun galeri pertokoan, ruang kantor yang disewakan, hotel dan toko cinderamata . Jalan - jalan ke Semarang belum lengkap rasa nya kalo belum singgah ke Masjid ini.

Masjid Agung Jawa Tengah bangunannya meneladani prinsip gugus model kluster dari Masjid Nabawi di Madinah. .Bentuk penampilan arsitekturnya merupakan gubahan baru yang mengambil model dari tradisi para wali dengan membubuhkan corak universal arsitektur Islam pada pada bangunan pusatnya dengan menonjolkan kubah utama yang dilengkapi dengan minaret runcing menjulang di keempat sisinya. Masjid beserta fasilitas pendukungnya terletak di jalan Gajah Raya, Keluarahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari menempati tanah bandha Masjid Agung Semarang seluas 10 ha dan mampu menampung jamaah lebih kurang 13.000 orang.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang dibangun pada tahun 2001 sampai dengan 2006 ini berada di kawasan Semarang Timur, tepatnya berlokasi di Jalan Gajah Semarang. Masjid yang megah dan spektakuler ini berdiri di atas lahan 10 hektare dan memiliki fasilitas yang sangat lengkap, seperti convention hall (auditorium), souvenir shop, pujasera, gedung perkantoran, perpustakaan, dan menara pandang.

Masjid dibangun kurang lebih lima tahun masa pembangunan ini adalah berangkat dari idealisme dan cita-cita yang paling utama yaitu Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mampu menjadi pengendali kehidupan sosial ekonomi yang cenderung mengedepankan keduniawian. Secara keseluruhan pembangunan Masjid ini menelan biaya sebesar 198.692.340.000 rupiah. Berawal dari kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul seajk tahun 1980. Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.

Pada tanggal 6 juni 2001 Gubernur Jawa Tengah membentuk Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah yang terdiri atas unsur Pemerintahan Propinsi, Majelis Ulama Indonesia, Masjid Besar Kauman Semarang, Departemen Agama, Departemen Pekerjaan Umum, Organisasi Kemasyarakatan Islam, Pemerintah Kota, dan Cendekiawan. Tim ini yang kemudian lebih dikenal sebagai Panitia Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), bekerja keras menanggulangi masalah-masalah baik yang mendasar maupun teknis. Berkat niat yang luhur dan silaturahmi yang erat, dalam waktu kerja yang amat singkat keputusan-keputusan pokok sudah dapat ditentukan : status tanah, persetujuan pembiayaan dari APBD oleh DPRD Jawa Tengah, serta pemiilhan lahan tapak dan program ruang. Adalah pemilihan lahan tapak yang banyak disoroti masyarakat, karena membutuhkan luas lahan 10 hektar. Padahal tanah wakaf yang dikembalikan ke Masjid Besar Kauman Semarang terdiri atas 6 blok terpisah-pisah, dan hanya satu yang ukurannya cukup besar, mancapai 10 hektar. Lahan di Jl. Gajah yang cukup besar ini terletak sekitar 800 m dari Jl. Arteri Soekarno Hatta yang merupakan jala besar.

Pada bulan September 2001, Panitia berhasil menerbitkan sebuah dokumen teknis yang menjadi kerangaka acuan kerja bagi para peserta sayembara. Masjid ini diharapkan menjadi pusat pelayanan ibadah dan kemasyarakatan, sekaligus pusat pelayanan ibadah dan kemasyarakatan, sekaligus pusat pendiidkan dakwah islam ,silaturahmi dan komunikasi dunia islam selain itu masjid tersebut juga diharapkan dapat menjadi pusat inovasi pemikiran islam dan pusat pemberdayaan ekonomi umat. Lingkup pelayanan yang dikehendaki adalah Jawa Tengah, bertempat di Semarang. Karena skala ukurannya tersebut, Masjid Agung Jawa Tengah harus pula menjadi tuntunan atau landmark kota. Untuk itu bentuk masjid haruslah mengikuti perkembangan jaman sekaligus menyiratkan jiwa napas Jawa Tengah.

Pembangunan masjid tersebut dimulai pada hari Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama Ri, Prof. Dr. H. Said Agil Husen Al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto. Pemasangan tiang pancang pertama tersebut juga dihadiri oleh tujuh duta besar dari Negara-negara sahabat, yaitu Arab Saud, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dabi. Dengan demikian mata dan perhatian dunia internasional pun mendukung dibangunnya Masjid Agung Jawa Tengah tersebut. Sebelum dilakukan pemasangan tiang pancang tersebut, dilaksanakanlah pengajian dan mujahadah oleh kiai-kiai karismatik seperti KH. Munif Zuhri dari Girikusumo, KH. Baqoh Arifin dari Kajoran, KH. Habib Luthfi dari Pekalongan dan lain-lain.

Akhirnya umat islam di Jawa tengah patut berbangga bahwa pada akhirnya mereka dapat memiliki masjid agung yang megah dan indah, sarat keistimewaan dibanding masjid-masjid lain, yakni Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang terletak di Jl. Gajah Raya Kelurahan Sambirejo di Kota Semarang.


2. Kelenteng Sam Poo Kong

Kelenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang, sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Zheng He atau yang lebih dikenal dengan nama Laksamana Cheng Ho, yang dianggap sebagai leluhur mereka. Pada perkembangannya, Kelenteng Sam Poo Kong mengalami perubahan bentuk setelah dibangun kembali pada tahun 2002. Tak hanya sebagai tempat peribadatan, lokasi ini menjadi tempat kunjungan wisata tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga wisatawan mancanegara. Nama Sam Poo Kong diambil sebagai kehormatan buat Zheng He, yang berarti leluhur.

Di kelenteng yang berada di lahan seluas 3,7 hektar tersebut, terdapat kelenteng utama, yang di dalamnya terdapat gua yang diyakini menjadi tempat tinggal dan berlindung Zheng He saat terdampar di pantai Simongan, lokasi, yang kini berdiri kokoh, bangunan Kelenteng Sam Poo Kong.

Di ruangan terdapat tiga tempat pemujaan yang berdiri sendiri yakni:

  1. Tempat sembahyang arwah Ho Ping. Arwah para pasukan armada Zheng He yang tidak bersanak keluarga yang mungkin belum memperoleh tempat di alam baka.
  2. Tempat pemujaan Nabi Khong Tju.Tempat ini digunakan untuk mengenang dan menghormati Nabi Khong Tju, peletak dasar moral China.
  3. Tempat Pemujaan Mbah Kyai Jangkar, digunakan sebagai alat konsentrasi dalam sembahyang.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Kelenteng Sam Poo Kong biasanya akan meningkat bersamaan dilangsungkannya acara-acara khusus, seperti Tahun Baru China, upacara mohon berkah setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Ada juga upacara menyambut Hari Ulang Tahun kedatangan armada pimpinan Laksamana Zheng He atau Sam Poo Tay Djien atau juga Sam Poo Kong. Tahun ini perayaan ulang tahun kedatangan Zheng He akan memasuki usia yang ke-605 tahun.


3. Gereja Blenduk

Salah satu gedung bersejarah yang cukup unik di Semarang. Berlokasi di Jalan Suari, yang dahulunya bernama Kerk Straat (Jalan Gereja). Gereja Blenduk dikenal karena keistimewaan kubahnya yang mirip dengan kubah masjid. Kemudian, pada sisi bangunan, timur, selatan, dan barat terdapat portico atau serambi bertiang bergaya Dorik Romawi yang beratap pelana.

Gereja Blenduk dibangun pada tahun 1753, yang awalnya berbentuk rumah panggung Jawa. Kondisi tersebut bisa dilihat dari peta kota Semarang pada tahun 1756. Pada tahun 1787 rumah panggung dirombak total dan kembali mengalami perubahan tujuh tahun kemudian.

Baru tahun 1894, oleh H.P.A de Wilde dan Wetmas Gereja Blenduk mendapatkan bentuknya hingga saat ini.



4. Lawang Sewu

Salah satu tempat yang asyik untuk dikunjungi adalah Gedung Lawang Sewu atau Pintu Seribu. Penamaan ini diberikan oleh masyarakat sekitar lantaran gedung ini memilik banyak pintu. Tak diketahui pasti berapa tepatnya pintu yang terdapat di bangunan bekas kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS ini.


Sebagai informasi perihal Lawang Sewu, pamor Lawang Sewu mulai semakin menonjol ketika dijadikan lokasi syuting Uji Nyali yang dipandu Harry Panca dan ditayangkan salah satu stasiun televisi beberapa tahun yang lalu. Gedung ini dianggap punya kekuatan mistis dan angker oleh masyarakat sekitar.

Meski begitu, bukan berarti gedung ini tak layak dikunjungi. Ornamen-ornamen bangunan tersebut masih orisinal, termasuk sebuah hiasan kaca patri di salah satu bagian bangunan bekas peninggalan zaman Belanda dahulu. Lawang Sewu dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein. Setelah masa kemerdekaan, gedung ini pernah dipakai untuk kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI). Karena nilai historis yang dimilikinya, Lawang Sewu oleh pemerintah kota dijadikan sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno yang harus dilindungi. Nah, jika Anda berencana mengunjungi Kota Semarang, ada baiknya singgah di lokasi-lokasi di atas. Dijamin, Anda bisa berkesempatan menjelajah sebuah peradaban yang belum pernah Anda singgahi sebelumnya. Sebuah peninggalan dari zaman baheula.


Posting & Foto : by Mazpram

5 comments:

  1. untuk informasi selengkapnya di http://www.indokos.org

    ReplyDelete
  2. mantap.!!
    http://www.facebook.com/profile.php?id=1763545484#!/pages/DAPOER-MELAYOE-Pusat-Oleh-Oleh-Tanjungpinang-Kepulauan-Riau/296248877874?ref=mf

    ReplyDelete
  3. oke kok mas cuma kurang banyak geleri fto2nya....

    ReplyDelete
  4. sipp.. dari jawa tengah juga ya mas.. makash..

    ReplyDelete

DAFTAR LINK SOBAT BLOGER MAZPRAM